Teknik Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

ImageCara untuk menggambarkan keadaan sekolah kepada masyarakat ada beberapa cara atau metode. Dengan gambaran tersebut diharapkan tercipta hubungan yang lebih erat antara sekolah dengan masnyarakat. Drs. Soekarto Indrafacrudin dalam buku Pengantar Operasional Administarasi Pendidikan mengungkapkan 11 teknik yang dapat dilakukan untuk menberikan gambaran tentang sekolah yang perlu diketahui oleh masyarakat. Teknik-teknik antara lain meliputi:

2.1.1  Laporan Kepada Orang tua Peserta didik.

Laporan yang diberikan oleh sekolah kepada masyarakat berisi laporan tentang kemajuan peserta didik, aktivitas peserta didik di sekolah, kegiatan sekolah sendiri dan segala sesuatu yang terjadi di sekolah sehubungan dengan didikan peserta didik. Laporan ini dapat dilakukan sekali dalam tiga atau empat bulan, semesteran atau tahunan.

2.1.2  Bulentin Bulanan.

Isi dari buletin bulanan ini adalah tentang kegiatan sekolah, artikel-artikel guru dan peserta didik (bisa juga artikel dari orang tua peserta didik), pengumuman-pengumuman sekolah, berita-berita sekolah dan berita-berita masyarakat yang perlu diketahui sekolah dan lain sebagainya.

2.1.3 Penerbitan Surat Kabar.

Apabila dimungkinkan , sekolah dapat menerbitkan surat kabar sekolah. Isinya menyangkut segala aspek yang menunjang kesuksesan program pendidikan. “The twenty Eight Years Book of american Association of School administration” menyarankan 10 masalah yang hendaknya dimasukan dalam surat kabar sekolah:

2.1.3.1 Kemajuaan dan kesejahteraan peserta didik

2.1.3.2 Proggram pengajaran sekolah

2.1.3.3 Pelayanan bimbingan dan penyuluhan

2.1.3.4 Tata tertib dan kehadiran di sekolah

2.1.3.5 Tenaga yang bekerja di sekolah

2.1.3.6 Anggota staff dan alumni

2.1.3.7 Program pengadaan dan pemeliharaan rumah sekolah

2.1.3.8 Biaya dan sistem administrasi sekolah

2.1.3.9 Perkumpulan orang tua peserta didik dan guru

2.1.3.10Aktivitas sekolah

2.1.4 Pameran Sekolah.

Pameran sekolah merupakan metode yang sangat efektif untuk memberikan gambaran tentang keadaan sekolah dengan hasil aktivitasnya. Masyarakat dapat melihat secara langsung keadaan sekolah dengan mengunjungi pameran tersebut.

2.1.5 “Open House”.

“Open house” merupakan suatu metode mempersilahkan masyarakat yang berminat untuk meninjau sekolah serta mengobservasi kegiatan dan hasil kerja peserta didik dan guru yang diadakan pada waktu yang telah terjadwal. Pada saat itulah masyarakat dapat melihat secara langsung proses belajar mengajar yang berlangsung di sekolah itu.

2.1.6 Kunjungan ke sekolah (“School Visitation”).

Kunjungan orangtua ke sekolah pada saat pelajaran berlangsung yang dimaksudkan agar para orang tua peserta didik berkesempatan melihat peserta didiknya pada waktu mengikuti pelajaran. Di samping itu orang tua dapat melihat kegiatan peserta didik di laboratorium, di bengkel dan di kebun. Kunjungan sekolah ini dapat dilakukan orang tua sewaktu-waktu, sehingga mereka dapat melihat kewajaran yang terjadi di sekolah itu.

2.1.7 Kunjungan ke rumah peserta didik (“Home Visitation”).

Kunjungan ke rumah dilakukan untuk melihat latar belakang kehidupan peserta didik di rumah. Penerapan metode ini akan mempererat hubungan antara sekolah dengan orang tua peserta didik, disamping dapat menjalin silaturahmi antara guru dengan orang tua peserta didik. Masalah-masalah yang dihadapi peserta didik di sekolah dapat di bicarakan secara kekeluargaan dan persahabatan.

Guru yang berkunjung ke rumah orang tua peserta didik harus bersikap bijaksana, hati-hati dan ramah-tamah terutama dalam menaggapi problema yang dikemukakan oleh orangtua.

2.1.8 Melalui Penjelasan oleh Staf Sekolah.

Kepala sekolah hendaknya berusaha agar semua personal sekolah turut aktif mengambil bagian dalam mensukseskan program hubungan sekolah dengan masyarakat. Para personel sekolah dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang kebijakan sekolah, organisasi sekolah dan semua kegiatan sekolah.

2.1.9 Gambaran Keadaan Sekolah melalui Peserta didik.

Peserta didik dapat juga didorong untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang keadaan sekolah. Jangan sampai bahkan peserta didik menyebarkan isu-isu yang tidak baik mengenai sekolah kepada masyarakat. Apabila sekolah memiliki pemancar radio maka media ini dapat dimanfaatkan agar peserta didik berbincang-bincang dalam siaran mengenai situasi sekolah.

2.1.10 Melalui Radio dan televisi.

Radio dan televisi memliki daya yang kuat untuk menyebarkan pengaruh melalui informasi yang disiarkannya. Radio dan televisi cepat sekali membentuk “public opinion” yang sangat dibutuhkan dalam program hubungan sekolah dengan masyarakat.

Melalui radio dan televisi, masyarakat akan lebih menggenal situasi dan perkembangan sekolah. Melalui radio dan televisi sekolah dapat menyampaikan berita-berita dan pengumuman–pengumuman yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, termasuk apabila ada permohonan sumbangan dari pihak sekolah. Hal ini untuk menghindari tipuan yang sering dilakukan oleh peserta didik kepada orang tua.

2.1.11 Laporan Tahunan.

Laporan tahunan disusun oleh kepala sekolah untuk diberikan kepada Penilik Sekolah atau kepada Kantor Departement P dan K Kecamatan yang membawahinya atau kepada atasan langsungnya. Kepala sekolah dapat menugaskan kepada staffnya atau langsung dia sendiri memberikan informasi ini kepada masyarakat. Isi informasi tersebut yang berkenaan dengan isi laporan tahunanya. Isi laporan tahunan tersebut antara lain mencakup.  Kegiatan yang telah dilakukan, Kurikulum, personalia, anggaran dan situasi peserta didik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s